Bermain di luar rumah dapat menjadi salah satu cara menyenangkan untuk membantu anak lebih banyak bergerak.
Selain memberikan suasana berbeda, permainan di luar ruangan juga menyediakan ruang yang lebih luas bagi anak untuk berlari, melompat, melempar, bersepeda, serta mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, memilih mainan outdoor anak yang tepat dapat membantu membuat aktivitas fisik terasa seperti permainan, bukan kewajiban.
Selain itu, mainan outdoor tidak harus mahal atau menggunakan teknologi yang rumit.
Bola, tali lompat, kapur warna, gelembung sabun, atau sepeda dapat menghasilkan banyak variasi permainan.
Sementara itu, beberapa permainan juga dapat dilakukan bersama saudara, teman, maupun orang tua.
Dengan demikian, aktivitas outdoor dapat memberikan kesempatan untuk bergerak sekaligus berinteraksi dengan orang lain.
Centers for Disease Control and Prevention atau CDC menyebut bahwa anak usia 3–5 tahun sebaiknya aktif sepanjang hari.
Sementara itu, anak dan remaja usia 6–17 tahun dianjurkan mendapatkan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari.
Selain itu, World Health Organization atau WHO juga merekomendasikan aktivitas fisik rutin untuk mendukung kesehatan anak dan remaja.
Karena itu, menghadirkan permainan outdoor yang menarik dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu anak lebih aktif.
Mengapa Bermain Outdoor Penting untuk Anak?
Permainan outdoor memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan gerakan yang terkadang sulit dilakukan di dalam rumah.
Misalnya, anak dapat berlari lebih jauh, melompat, menendang bola, atau mengendarai sepeda.
Selain itu, American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa bermain di luar ruangan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan fisik, pembelajaran, kreativitas, serta suasana hati anak.
Sementara itu, permainan di alam juga dapat merangsang rasa ingin tahu.
Anak dapat memperhatikan tanaman, tanah, serangga, awan, angin, serta berbagai hal yang ditemukan ketika berada di luar rumah.
Oleh karena itu, permainan outdoor tidak harus selalu memiliki aturan yang rumit.
Sebaliknya, kesempatan untuk bergerak dan bereksplorasi sudah dapat menjadi bagian penting dari pengalaman bermain.
1. Bola untuk Berbagai Jenis Permainan
Bola merupakan salah satu mainan outdoor anak yang paling sederhana sekaligus fleksibel.
Anak dapat menendang, melempar, menangkap, menggulirkan, atau memantulkan bola.
Selain itu, permainan dapat diubah sesuai usia dan kemampuan.
Untuk anak yang lebih kecil, orang tua dapat menggulirkan bola secara perlahan.
Kemudian, ketika koordinasi anak berkembang, permainan dapat berubah menjadi melempar dan menangkap.
Sementara itu, anak yang lebih besar dapat bermain sepak bola sederhana, memasukkan bola ke sasaran, atau membuat permainan dengan aturan sendiri.
Dengan demikian, satu bola dapat digunakan untuk banyak aktivitas.
Selain itu, permainan bola dapat dilakukan sendiri maupun bersama teman.
Oleh karena itu, bola menjadi salah satu pilihan mainan yang relatif tidak cepat membosankan.
Namun, ukuran bola tetap perlu disesuaikan dengan usia anak.
Khusus untuk anak kecil, hindari bola kecil yang dapat menimbulkan risiko tersedak.
2. Sepeda untuk Mengajak Anak Aktif Bergerak
Sepeda merupakan pilihan menarik bagi anak yang sudah memiliki kemampuan fisik dan usia yang sesuai.
Selain menyenangkan, bersepeda membuat anak menggunakan berbagai bagian tubuh secara bersamaan.
Namun, jenis sepeda harus disesuaikan dengan tinggi badan dan kemampuan anak.
Untuk tahap awal, beberapa anak dapat menggunakan balance bike.
Selanjutnya, anak dapat beralih ke sepeda pedal ketika sudah mempunyai keseimbangan dan kemampuan yang memadai.
Selain itu, keamanan harus menjadi prioritas.
Consumer Product Safety Commission atau CPSC menyarankan penggunaan perlengkapan keselamatan, termasuk helm, untuk berbagai riding toys.
Oleh karena itu, pastikan helm sesuai ukuran dan digunakan setiap kali anak bersepeda.
Kemudian, pilih lokasi bermain yang aman dan jauh dari lalu lintas kendaraan.
Dengan demikian, anak dapat menikmati aktivitas bersepeda dengan lebih nyaman.
3. Skuter untuk Melatih Gerak dan Keseimbangan
Selain sepeda, skuter juga menjadi salah satu mainan outdoor yang banyak disukai anak.
Skuter mengajak anak mendorong tubuh menggunakan kaki sekaligus menjaga keseimbangan.
Selain itu, aktivitas tersebut dapat dilakukan dalam bentuk permainan sederhana.
Misalnya, orang tua dapat membuat jalur menggunakan cone.
Kemudian, anak dapat mengikuti jalur tersebut dengan kecepatan yang sesuai kemampuan.
Namun, skuter harus dipilih berdasarkan kelompok usia dan rekomendasi produsennya.
Selain itu, gunakan helm dan perlengkapan keselamatan lain yang sesuai.
CPSC juga secara khusus menyarankan penggunaan helm untuk skuter dan riding toys.
Karena itu, jangan menganggap permainan dengan skuter hanya sebagai aktivitas santai.
Keselamatan tetap harus menjadi bagian dari permainan.
4. Tali Lompat untuk Permainan Sederhana
Tali lompat merupakan mainan sederhana yang dapat menghasilkan aktivitas fisik cukup intens.
Anak dapat belajar melompati tali secara perlahan.
Kemudian, ketika sudah terbiasa, variasi permainan dapat ditambah.
Misalnya, anak dapat mencoba menghitung jumlah lompatan.
Selain itu, beberapa anak dapat bermain bersama menggunakan tali yang lebih panjang.
CDC memasukkan aktivitas melompat sebagai salah satu bentuk aktivitas yang dapat membantu memperkuat tulang pada anak usia sekolah.
Oleh karena itu, permainan lompat dapat menjadi bagian dari variasi aktivitas fisik.
Namun, tingkat kesulitan tetap harus disesuaikan.
Anak yang belum mampu menggunakan tali tidak perlu dipaksa langsung melakukan banyak lompatan.
Sebaliknya, mulailah dari gerakan sederhana.
5. Hula Hoop untuk Permainan Kreatif
Hula hoop tidak hanya dapat digunakan dengan cara diputar di pinggang.
Sebaliknya, alat ini dapat menjadi bagian dari berbagai permainan outdoor.
Misalnya, hula hoop dapat diletakkan di tanah sebagai sasaran.
Kemudian, anak dapat melempar bola atau benda aman ke dalam lingkaran.
Selain itu, beberapa hula hoop dapat disusun menjadi jalur untuk dilompati.
Dengan demikian, satu alat dapat mempunyai banyak fungsi.
Orang tua juga dapat menciptakan permainan baru berdasarkan kemampuan anak.
Karena itu, hula hoop merupakan contoh mainan sederhana yang dapat mendorong kreativitas sekaligus gerakan tubuh.
Namun, pilih ukuran dan berat yang sesuai dengan usia anak.
6. Kapur Warna untuk Mengubah Halaman Menjadi Arena Bermain
Kapur warna untuk permukaan luar ruangan dapat menghasilkan permainan yang sangat kreatif.
Anak dapat menggambar jalan, angka, bentuk, atau area permainan pada permukaan yang sesuai.
Selain itu, orang tua dapat membuat permainan lompat sederhana.
Misalnya, buat kotak bernomor untuk permainan seperti engklek.
Kemudian, tambahkan aturan sederhana berdasarkan warna atau angka.
Dengan demikian, aktivitas menggambar dapat digabungkan dengan aktivitas fisik.
Selain itu, anak dapat membuat lintasan untuk kendaraan mainan atau menciptakan permainan sendiri.
Karena itu, kapur warna merupakan contoh aksesori sederhana dengan kemungkinan permainan yang luas.
Namun, gunakan produk yang memang sesuai untuk anak serta ikuti informasi usia dan penggunaan dari produsen.
7. Cone atau Penanda untuk Membuat Lintasan
Cone kecil dapat digunakan untuk membuat berbagai aktivitas.
Misalnya, susun cone menjadi jalur zig-zag.
Kemudian, anak dapat berlari melewati jalur tersebut.
Selain itu, cone dapat digunakan untuk permainan sepeda atau skuter pada area yang aman.
Orang tua juga dapat menggunakan cone sebagai tanda awal dan akhir perlombaan.
Dengan demikian, benda sederhana dapat membuat halaman rumah terasa seperti arena permainan baru.
Selain itu, posisi cone dapat diubah setiap kali bermain.
Karena itu, anak tidak harus melakukan aktivitas yang sama terus-menerus.
Hari ini cone dapat menjadi lintasan lari.
Sementara itu, esok hari cone dapat digunakan sebagai target menendang bola.
8. Gelembung Sabun untuk Mengajak Anak Bergerak
Gelembung sabun terlihat sederhana.
Namun, aktivitas mengejar dan memecahkan gelembung dapat membuat anak bergerak secara spontan.
Anak dapat berlari, melompat, serta mencoba menyentuh gelembung sebelum pecah.
Selain itu, permainan dapat dilakukan bersama saudara atau orang tua.
Dengan demikian, aktivitas fisik terasa seperti permainan santai.
Untuk anak yang lebih besar, orang tua dapat memberikan tantangan sederhana.
Misalnya, mencoba menghitung berapa banyak gelembung yang berhasil disentuh.
Namun, gunakan produk yang memang dirancang untuk aktivitas anak.
Selain itu, pastikan cairan tidak diminum serta hindari terkena mata.
Setelah bermain, anak juga dapat mencuci tangan.
9. Layang-Layang untuk Aktivitas di Ruang Terbuka
Layang-layang dapat menjadi pilihan menarik ketika dimainkan pada area terbuka yang sesuai.
Anak dapat berlari untuk membantu layang-layang naik.
Selain itu, anak dapat belajar memperhatikan arah angin secara sederhana.
Dengan demikian, permainan tidak hanya melibatkan gerakan.
Sebaliknya, terdapat unsur pengamatan terhadap kondisi lingkungan.
Namun, keamanan sangat penting.
Jangan bermain layang-layang di dekat jalan raya, jaringan listrik, bandara, atau lokasi yang berisiko.
Selain itu, pilih area terbuka dengan ruang yang cukup.
Orang dewasa sebaiknya mendampingi anak ketika permainan membutuhkan pengawasan.
10. Set Pasir untuk Bermain Kreatif
Kotak pasir atau area pasir dapat menjadi tempat bermain yang menarik.
Anak dapat menggunakan sekop, ember, cetakan, dan alat sederhana untuk membuat berbagai bentuk.
Misalnya, anak dapat membuat gunung, jalan, rumah, atau kastel.
Selain itu, anak dapat mengisi dan memindahkan pasir dari satu wadah ke wadah lainnya.
Dengan demikian, permainan tidak hanya mengajak anak bergerak.
Aktivitas tersebut juga memberikan ruang untuk kreativitas.
Namun, pastikan area pasir tetap bersih.
Selain itu, peralatan harus sesuai usia dan tidak mempunyai sisi tajam.
Setelah bermain, anak sebaiknya mencuci tangan.
11. Mainan Air untuk Hari yang Hangat
Permainan air dapat menjadi salah satu aktivitas outdoor yang menyenangkan.
Ember, gelas plastik khusus bermain, penyiram kecil, atau meja air dapat menghasilkan banyak variasi permainan.
Anak dapat memindahkan air, mengisi wadah, atau membuat permainan sederhana.
Selain itu, air dapat digabungkan dengan permainan perahu mainan.
Namun, aktivitas yang melibatkan air membutuhkan perhatian khusus.
Anak kecil harus selalu mendapatkan pengawasan orang dewasa ketika berada di dekat air.
Bahkan, jumlah air yang terlihat sedikit tetap tidak boleh membuat pengawasan diabaikan.
Karena itu, orang tua sebaiknya tetap berada dekat dengan anak selama permainan berlangsung.
12. Truk dan Kendaraan Outdoor
Kendaraan mainan berukuran cukup besar juga dapat dimainkan di luar rumah.
Misalnya, anak dapat menggunakan dump truck untuk memindahkan pasir atau benda bermain lainnya.
Selain itu, anak dapat membuat jalan menggunakan tanah atau pasir.
Dengan demikian, kendaraan tidak hanya didorong maju dan mundur.
Sebaliknya, mainan dapat menjadi bagian dari permainan imajinatif.
Misalnya, anak dapat berpura-pura menjadi pekerja konstruksi.
Kemudian, permainan dapat berkembang menjadi membangun kota atau jalan.
Karena itu, kendaraan outdoor dapat digunakan berkali-kali dengan cerita yang berbeda.
13. Peralatan Berkebun Anak
Berkebun juga dapat dibuat menjadi aktivitas bermain.
Misalnya, anak dapat menggunakan sekop kecil, penyiram tanaman, dan sarung tangan yang sesuai.
Kemudian, anak dapat membantu menyiram tanaman atau menggali tanah pada area yang aman.
Selain membuat anak bergerak, aktivitas tersebut juga memberikan kesempatan mengenal tanaman dan lingkungan.
American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa bermain di alam dapat mendorong rasa ingin tahu dan eksplorasi.
Oleh karena itu, aktivitas sederhana di halaman dapat menjadi pengalaman yang menarik.
Namun, gunakan alat yang memang aman dan sesuai usia.
Selain itu, hindari bahan kimia atau alat berkebun tajam ketika anak ikut bermain.
14. Ring Toss untuk Melatih Ketepatan
Ring toss merupakan permainan melempar cincin ke sasaran.
Permainan ini dapat dibuat dengan aturan yang sangat sederhana.
Misalnya, setiap sasaran mempunyai nilai tertentu.
Kemudian, anak mencoba mendapatkan jumlah poin sebanyak mungkin.
Selain itu, jarak lempar dapat disesuaikan dengan kemampuan anak.
Dengan demikian, tingkat kesulitan dapat berkembang secara bertahap.
Permainan juga dapat dilakukan bersama saudara atau teman.
Karena itu, selain bergerak, anak juga mendapatkan pengalaman bermain bergiliran.
15. Mini Goal untuk Permainan Bola
Bagi anak yang menyukai sepak bola, mini goal dapat membuat permainan semakin menarik.
Anak dapat berlatih menendang bola ke arah sasaran.
Selain itu, jarak tendangan dapat di ubah.
Kemudian, orang tua dapat membuat beberapa tantangan sederhana.
Misalnya, anak mendapatkan poin jika berhasil memasukkan bola dari posisi tertentu.
Dengan demikian, permainan dapat di lakukan berulang kali tanpa harus selalu mengikuti pertandingan sepak bola penuh.
Selain itu, permainan dapat di lakukan bersama teman sehingga aktivitas menjadi lebih sosial.
Pilih Mainan Outdoor Berdasarkan Usia
Mainan yang menyenangkan tetap harus sesuai usia anak.
CPSC menganjurkan orang tua mengikuti panduan usia serta informasi keselamatan pada kemasan.
Selain itu, mainan sebaiknya sesuai kemampuan dan minat anak.
Oleh karena itu, jangan memberikan sepeda, skuter, atau permainan lain hanya karena anak tertarik melihat anak yang lebih besar menggunakannya.
Sebaliknya, pilih versi yang sesuai dengan tahap perkembangan.
Kemudian, dampingi anak ketika aktivitas membutuhkan pengawasan.
Dengan demikian, pengalaman bermain dapat tetap menarik tanpa mengabaikan keselamatan.
Buat Permainan Outdoor Menjadi Bervariasi
Anak dapat kehilangan minat apabila aktivitas selalu sama.
Oleh karena itu, mainan tidak selalu harus di gunakan sesuai fungsi paling umum.
Misalnya, bola tidak hanya untuk sepak bola.
Sebaliknya, bola dapat di gunakan untuk permainan target, lempar tangkap, atau bowling sederhana.
Selain itu, hula hoop dapat menjadi sasaran lempar.
Cone dapat berubah menjadi lintasan.
Sementara itu, kapur dapat di gunakan untuk membuat arena permainan baru.
Dengan cara tersebut, jumlah permainan dapat bertambah tanpa harus terus membeli mainan baru.
Biarkan Anak Memilih Permainan yang Di Sukai
CDC menyarankan aktivitas fisik yang sesuai usia dan menyenangkan.
Oleh karena itu, anak sebaiknya mendapatkan kesempatan memilih aktivitas yang di sukainya.
Tidak semua anak menikmati sepak bola.
Sebaliknya, beberapa anak mungkin lebih senang bersepeda, melompat, menggambar menggunakan kapur, atau bermain pasir.
Karena itu, jangan hanya mengejar aktivitas yang terlihat paling aktif.
Sebaliknya, cari permainan yang membuat anak ingin bergerak secara sukarela.
Dengan demikian, aktivitas fisik lebih mudah menjadi bagian dari keseharian.
Main Bersama Bisa Membuat Aktivitas Lebih Menyenangkan
Permainan outdoor juga dapat menjadi waktu bersama keluarga.
Orang tua dapat bermain lempar bola, membuat lintasan, bersepeda bersama, atau mengejar gelembung.
Selain itu, permainan bersama dapat memberikan kesempatan untuk berbicara dan tertawa.
American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa bermain dengan orang tua dan teman dapat mendukung perkembangan sosial serta berbagai kemampuan anak.
Oleh karena itu, orang tua tidak harus selalu bertindak sebagai pelatih.
Sebaliknya, ikut bermain dapat membuat aktivitas terasa lebih natural dan menyenangkan.
Perhatikan Kondisi Cuaca
Permainan outdoor juga perlu menyesuaikan kondisi lingkungan.
Saat cuaca sangat panas, pilih waktu yang lebih nyaman dan pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup.
Selain itu, gunakan perlindungan dari paparan matahari sesuai kebutuhan.
Sementara itu, aktivitas sebaiknya di tunda apabila kondisi cuaca membahayakan, seperti hujan petir atau angin ekstrem.
Karena itu, fleksibilitas sangat penting.
Apabila bermain di luar tidak memungkinkan, aktivitas fisik dapat di pindahkan ke area dalam ruangan yang aman.
Utamakan Area Bermain yang Aman
Sebelum anak mulai bermain, periksa kondisi area.
Pastikan tidak terdapat pecahan kaca, benda tajam, lubang berbahaya, atau kendaraan yang lalu lalang.
Selain itu, perhatikan permukaan ketika anak menggunakan sepeda atau skuter.
Kemudian, pastikan mainan tidak rusak.
Periksa roda, baut, sambungan, pegangan, tali, dan bagian lainnya secara berkala.
Dengan demikian, kerusakan dapat di ketahui sebelum menyebabkan masalah saat digunakan.
Jangan Lupakan Istirahat dan Minum
Anak terkadang terlalu bersemangat ketika bermain.
Oleh karena itu, orang tua dapat mengingatkan anak untuk beristirahat.
Selain itu, sediakan air minum ketika bermain dalam waktu cukup lama.
Permainan outdoor sebaiknya tetap terasa menyenangkan.
Karena itu, anak tidak perlu di paksa terus bermain ketika sudah terlihat lelah.
Sebaliknya, berikan waktu untuk beristirahat dan melanjutkan permainan jika anak masih ingin bermain.
Checklist Memilih Mainan Outdoor Anak
Sebelum membeli, gunakan beberapa pertimbangan berikut:
- Apakah mainan sesuai usia anak?
- Apakah ukuran mainan sesuai dengan tubuh anak?
- Apakah permainan membuat anak aktif bergerak?
- Apakah mainan dapat di gunakan dengan beberapa cara?
- Apakah bahan terasa kuat dan aman?
- Apakah terdapat bagian kecil yang mudah terlepas?
- Apakah mainan membutuhkan helm atau perlindungan lain?
- Apakah di perlukan pengawasan orang dewasa?
- Apakah area rumah mempunyai ruang yang sesuai?
- Apakah mainan mudah di simpan?
- Apakah anak benar-benar tertarik menggunakannya?
- Apakah mainan dapat di mainkan bersama orang lain?
- Apakah tingkat kesulitan dapat di sesuaikan?
- Apakah mainan mempunyai petunjuk keselamatan yang jelas?
Dengan checklist tersebut, orang tua dapat mempertimbangkan manfaat sekaligus keamanan sebelum membeli.
Selain itu, keputusan tidak hanya di dasarkan pada bentuk atau tren mainan.
Kesimpulan
Memilih mainan outdoor anak dapat menjadi salah satu cara menyenangkan untuk mendorong anak lebih aktif.
Bola, sepeda, skuter, tali lompat, hula hoop, kapur warna, cone, gelembung sabun, layang-layang, serta permainan pasir merupakan beberapa pilihan yang dapat di pertimbangkan.
Selain itu, mainan air, kendaraan outdoor, peralatan berkebun anak, ring toss, dan mini goal juga dapat menghasilkan aktivitas yang beragam.
Namun, mainan terbaik tidak selalu yang paling mahal atau paling besar.
Sebaliknya, mainan yang tepat adalah mainan yang sesuai usia, aman, menarik, serta mendorong anak bergerak dan bereksplorasi.
CDC merekomendasikan agar anak usia 3–5 tahun aktif sepanjang hari.
Sementara itu, anak dan remaja usia 6–17 tahun di anjurkan mendapatkan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari.
Oleh karena itu, permainan outdoor dapat menjadi bagian dari rutinitas aktif tersebut.
Selain itu, aktivitas sebaiknya di buat menyenangkan.
Biarkan anak memilih permainan yang di sukai.
Kemudian, variasikan cara menggunakan mainan agar anak tidak mudah bosan.
Selanjutnya, orang tua dapat ikut bermain agar aktivitas terasa semakin menarik.
Namun, keselamatan harus selalu menjadi prioritas.
Gunakan helm pada sepeda, skuter, dan riding toys sesuai kebutuhan.
Selain itu, pilih area yang aman, periksa kondisi mainan, serta sesuaikan aktivitas dengan cuaca dan kemampuan anak.
Pada akhirnya, tujuan permainan outdoor bukan sekadar membuat anak terus bergerak.
Sebaliknya, kegiatan tersebut juga dapat memberikan kesempatan untuk bermain, berimajinasi, mencoba tantangan baru, serta menghabiskan waktu menyenangkan bersama keluarga dan teman.
Dengan pilihan mainan outdoor anak yang tepat, waktu bermain dapat menjadi lebih aktif, ceria, kreatif, dan menyenangkan.
