Memilih mainan anak terlihat sederhana, tetapi sebenarnya membutuhkan pertimbangan yang cukup matang. Mainan yang terlihat menarik saat pertama kali dibeli belum tentu tetap dimainkan beberapa minggu kemudian.
Sebaliknya, ada jenis mainan tidak membosankan yang dapat digunakan dengan banyak cara. Anak dapat mengubah aturan permainan, menciptakan cerita baru, membangun bentuk berbeda, atau menggabungkannya dengan mainan lain.
Oleh karena itu, mainan yang dapat dimainkan berulang kali sering kali lebih bernilai dibandingkan mainan yang hanya mempunyai satu fungsi.
Selain itu, American Academy of Pediatrics menekankan pentingnya permainan sederhana dan permainan terbuka. Mainan seperti balok, bola, perlengkapan seni, puzzle, dan permainan berpura-pura dapat memberikan ruang bagi anak untuk berimajinasi sekaligus mengembangkan berbagai keterampilan.
Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan usia dan kemampuan anak. Mainan yang memberikan banyak kemungkinan bermain juga harus tetap memenuhi aspek keamanan.
Karena itu, artikel berikut membahas berbagai jenis mainan anak yang tidak cepat membosankan sekaligus tips memilihnya agar dapat digunakan berkali-kali.
Mengapa Anak Cepat Bosan dengan Mainan?
Anak dapat kehilangan minat terhadap mainan karena berbagai alasan.
Pertama, mainan mungkin hanya mempunyai satu cara penggunaan. Setelah anak memahami seluruh fungsi tersebut, tidak banyak hal baru yang dapat dieksplorasi.
Selain itu, mainan yang terlalu mudah juga dapat kehilangan daya tarik dengan cepat. Sebaliknya, mainan yang terlalu sulit dapat membuat anak merasa frustrasi.
Oleh karena itu, keseimbangan sangat penting.
Mainan sebaiknya cukup mudah untuk mulai dimainkan, tetapi tetap menyediakan kesempatan untuk menemukan tantangan baru.
Sementara itu, perubahan minat anak juga merupakan sesuatu yang normal. Hari ini anak mungkin tertarik dengan kendaraan, sedangkan beberapa minggu kemudian ia lebih menyukai hewan, menggambar, atau membuat bangunan.
Karena itu, mainan yang fleksibel biasanya mempunyai peluang lebih besar untuk tetap digunakan.
Apa Itu Mainan Open-Ended?
Mainan open-ended merupakan mainan yang tidak memiliki satu hasil akhir atau satu cara bermain tertentu.
Sebagai contoh, sekumpulan balok dapat menjadi rumah pada pagi hari. Kemudian, balok yang sama dapat berubah menjadi jembatan, kapal, garasi, atau istana saat dimainkan kembali.
Dengan demikian, fungsi mainan mengikuti imajinasi anak.
American Academy of Pediatrics menyarankan agar anak mempunyai akses terhadap mainan terbuka dan benda sehari-hari yang dapat digunakan dalam berbagai cara.
Selain itu, jenis permainan seperti ini memungkinkan anak mengambil keputusan sendiri.
Karena itu, mainan open-ended sering terasa berbeda meskipun digunakan berkali-kali.
1. Balok Bangunan
Balok merupakan salah satu contoh paling klasik dari mainan yang dapat digunakan berulang kali.
Anak dapat menyusun balok secara vertikal, membuat jalan, membangun rumah, membuat pagar, atau menciptakan bentuk berdasarkan imajinasinya.
Selain itu, tingkat permainan dapat berkembang seiring bertambahnya kemampuan anak.
Pada tahap awal, misalnya, anak mungkin hanya menumpuk dua atau tiga balok.
Kemudian, setelah koordinasinya berkembang, anak dapat membuat struktur yang lebih kompleks.
American Academy of Pediatrics memasukkan balok sebagai salah satu mainan tradisional yang mendukung pemecahan masalah serta keterampilan motorik halus.
Selain itu, aktivitas membangun juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan bentuk, jumlah, ukuran, dan posisi.
Oleh karena itu, balok menjadi salah satu pilihan mainan yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
Namun, ukuran balok tetap harus disesuaikan dengan usia anak.
2. Construction Set
Construction set mempunyai prinsip yang mirip dengan balok, tetapi biasanya menawarkan sistem sambungan tertentu.
Anak dapat membuat kendaraan, gedung, hewan, robot, atau bentuk lain sesuai kreativitasnya.
Selain mengikuti contoh yang disediakan, anak juga dapat membuat desain sendiri.
Karena itu, construction set mempunyai nilai main ulang yang cukup tinggi.
Selain itu, permainan dapat dibuat semakin kompleks seiring bertambahnya kemampuan anak.
Pada awalnya, anak mungkin membuat konstruksi sederhana.
Selanjutnya, ia dapat mulai merencanakan bentuk yang lebih besar dan menggunakan lebih banyak komponen.
Namun, selalu perhatikan rekomendasi usia pada kemasan.
CPSC mengingatkan bahwa mainan dengan bagian kecil harus dijauhkan dari anak berusia di bawah tiga tahun karena risiko tersedak.
Oleh sebab itu, pilih construction set dengan ukuran komponen yang sesuai usia.
3. Puzzle dengan Tingkat Kesulitan Bertahap
Puzzle juga dapat menjadi pilihan menarik apabila tingkat kesulitannya sesuai.
Pada anak kecil, puzzle dengan potongan besar dan jumlah sedikit dapat menjadi titik awal.
Kemudian, jumlah potongan dapat bertambah seiring perkembangan kemampuan anak.
Selain itu, puzzle tidak harus selalu berupa gambar datar.
Ada pula puzzle bentuk, puzzle kayu, matching puzzle, serta permainan menyusun pola.
Karena itu, variasi permainan dapat disesuaikan dengan minat anak.
American Academy of Pediatrics menyebut puzzle sebagai salah satu permainan tradisional yang dapat mendukung kemampuan pemecahan masalah.
Namun, puzzle akan lebih mudah membosankan apabila anak sudah menghafal seluruh penyelesaiannya.
Oleh karena itu, orang tua dapat membuat permainan tambahan.
Misalnya, anak dapat diminta mencari warna tertentu terlebih dahulu atau menyusun bagian tertentu tanpa melihat gambar referensi.
Dengan cara tersebut, satu puzzle dapat menghasilkan beberapa variasi aktivitas.
4. Perlengkapan Menggambar dan Mewarnai
Kertas kosong, krayon, pensil warna, cat, dan berbagai perlengkapan seni mempunyai kemungkinan penggunaan yang hampir tidak terbatas.
Hari ini anak dapat menggambar keluarga.
Besok, ia dapat menggambar kendaraan, pemandangan, hewan, atau dunia imajinasinya sendiri.
Karena itu, perlengkapan seni merupakan contoh kegiatan sederhana yang dapat terus digunakan tanpa harus menawarkan mekanisme rumit.
American Academy of Pediatrics juga menyebut bahwa benda sederhana seperti kertas, krayon, marker, clay, dan perlengkapan seni dapat membantu kreativitas sekaligus keterampilan motorik halus.
Selain itu, hasil karya anak akan berubah seiring berkembangnya kemampuan.
Dengan demikian, aktivitas menggambar tidak mempunyai satu titik penyelesaian.
Orang tua juga dapat membuat tema berbeda agar aktivitas semakin menarik.
Misalnya, hari ini bertema laut, sedangkan esok hari bertema luar angkasa.
5. Play Dough atau Clay Anak
Play dough memberikan pengalaman bermain yang sangat fleksibel.
Anak dapat membuat makanan, hewan, kendaraan, huruf, angka, atau bentuk abstrak.
Selain itu, bahan ini dapat dikombinasikan dengan cetakan atau alat sederhana sesuai rekomendasi usia.
Karena bentuk akhirnya dapat dihancurkan dan dibuat kembali, permainan tidak berhenti setelah satu karya selesai.
Sebaliknya, anak dapat memulai proyek baru berulang kali.
Selain itu, aktivitas menekan, menggulung, mencubit, dan membentuk juga melibatkan koordinasi tangan.
Namun, bahan yang digunakan harus sesuai usia dan petunjuk penggunaan.
Selanjutnya, permainan sebaiknya dihentikan apabila bahan sudah berubah kondisi atau tidak lagi layak digunakan.
6. Boneka dan Figur Karakter
Boneka dan figur merupakan jenis mainan yang dapat digunakan dalam permainan imajinatif.
Satu karakter dapat menjadi dokter pada satu permainan, kemudian menjadi guru, penjelajah, koki, atau anggota keluarga dalam permainan berikutnya.
Karena itu, cerita dapat berubah setiap kali anak bermain.
Selain itu, anak dapat menggabungkan boneka dengan rumah-rumahan, kendaraan, balok, atau benda lain.
Dengan demikian, kemungkinan bermain menjadi semakin luas.
American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa pretend play atau permainan berpura-pura merupakan bagian penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak.
Selain itu, bermain bersama orang tua atau teman dapat menciptakan kesempatan untuk berkomunikasi.
Oleh karena itu, boneka atau figur sederhana tidak membutuhkan banyak fitur elektronik agar tetap menarik.
Justru, semakin banyak cerita yang dapat dibuat sendiri, semakin luas kemungkinan permainannya.
7. Kendaraan Mainan
Mobil, truk, kereta, pesawat, dan kendaraan mainan mempunyai daya tarik yang dapat bertahan cukup lama bagi anak yang menyukainya.
Namun, kendaraan akan semakin menarik apabila tidak hanya di mainkan dengan cara mendorong maju dan mundur.
Sebagai contoh, anak dapat membuat jalan menggunakan balok.
Kemudian, ia dapat membuat garasi dari kardus.
Selain itu, anak dapat membuat perlombaan, mengangkut benda, atau menciptakan cerita perjalanan.
Dengan demikian, satu kendaraan dapat masuk ke banyak skenario berbeda.
Namun, perhatikan bagian kecil seperti roda atau aksesori yang dapat terlepas.
Khusus untuk anak kecil, CPSC menganjurkan pemilihan mainan yang sesuai dengan usia, kemampuan, dan informasi keselamatan pada kemasan.
8. Bola
Bola merupakan salah satu mainan sederhana dengan jumlah variasi permainan yang sangat banyak.
Anak dapat menggulirkan bola, melempar, menangkap, menendang, atau memasukkannya ke sasaran.
Selain itu, aturan permainan dapat berubah berdasarkan usia.
Anak kecil dapat bermain menggulirkan bola bersama orang tua.
Sementara itu, anak yang lebih besar dapat membuat permainan dengan target dan aturan yang lebih kompleks.
HealthyChildren dari American Academy of Pediatrics juga menyebut bola sebagai contoh mainan sederhana yang memungkinkan permainan aktif dan kreatif.
Karena itu, harga mahal bukan syarat utama agar mainan dapat memberikan pengalaman bermain yang menarik.
Namun, ukuran bola tetap harus sesuai usia.
Khusus untuk anak kecil, bola berukuran sangat kecil dapat menimbulkan risiko keselamatan.
9. Kardus dan Benda Sederhana untuk Permainan Kreatif
Tidak semua permainan harus berasal dari mainan yang di beli.
Kardus besar, misalnya, dapat berubah menjadi rumah, kapal, mobil, toko, atau benteng.
American Academy of Pediatrics bahkan menggunakan contoh kotak kardus untuk menunjukkan bagaimana benda sederhana dapat memberikan ruang besar bagi kreativitas.
Selain itu, bermain menggunakan benda sederhana membuat anak menentukan fungsi benda tersebut sendiri.
Hari ini kardus dapat menjadi mobil.
Selanjutnya, kardus yang sama dapat berubah menjadi rumah boneka.
Dengan demikian, aktivitas tersebut merupakan contoh jelas bagaimana imajinasi membuat suatu benda dapat di mainkan berkali-kali.
Namun, orang tua tetap harus memeriksa keamanan benda sehari-hari sebelum memberikannya kepada anak.
Pastikan tidak ada staples, bagian tajam, plastik berbahaya, atau komponen lain yang dapat menimbulkan risiko.
10. Permainan Peran
Pretend play tidak selalu membutuhkan banyak aksesori.
Beberapa benda sederhana sudah cukup untuk menciptakan banyak cerita.
Misalnya, anak dapat berpura-pura membuka restoran.
Kemudian, permainan dapat berubah menjadi toko, rumah sakit, sekolah, bengkel, atau kantor pos.
Selain itu, orang tua dapat ikut bermain sebagai pelanggan atau karakter lain.
Dengan demikian, permainan dapat berkembang berdasarkan percakapan yang muncul.
Permainan peran juga mempunyai keunggulan karena tidak memiliki hasil akhir tertentu.
Cerita dapat diperpanjang, diubah, atau di mulai kembali kapan saja.
Karena itu, perlengkapan pretend play sederhana dapat menjadi mainan yang tidak cepat kehilangan daya tarik.
11. Mainan Hewan
Figur hewan juga dapat mempunyai banyak fungsi.
Anak dapat membuat kebun binatang, hutan, peternakan, atau cerita petualangan.
Selain itu, figur tersebut dapat di kombinasikan dengan balok untuk membuat kandang.
Kemudian, anak dapat mengelompokkan hewan berdasarkan jenis, ukuran, habitat, atau karakteristik lain.
Dengan demikian, satu koleksi dapat di gunakan untuk aktivitas imajinatif maupun pengelompokan sederhana.
Selain itu, orang tua dapat menggunakan permainan untuk mengajak anak berbicara mengenai suara, habitat, makanan, dan ciri hewan.
Namun, sekali lagi, ukuran figur harus di sesuaikan dengan usia anak.
12. Permainan Papan yang Bisa Di Mainkan Bersama
Board game yang sesuai usia juga mempunyai nilai main ulang tinggi.
Berbeda dengan puzzle dengan hasil akhir tetap, permainan papan dapat menghasilkan situasi yang berubah pada setiap sesi.
Selain itu, keberadaan pemain lain membuat pengalaman permainan menjadi berbeda.
Anak dapat bermain bersama saudara, teman, atau orang tua.
Karena itu, board game tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas individu.
Selain itu, permainan dengan aturan dapat memberikan kesempatan anak belajar menunggu giliran, memahami instruksi, dan menghadapi hasil permainan.
Namun, pilih permainan dengan durasi serta tingkat kesulitan yang sesuai usia.
Jika aturan terlalu panjang, anak dapat kehilangan minat sebelum permainan selesai.
Ciri Mainan yang Tidak Cepat Membosankan
Tidak ada mainan yang dapat menjamin seorang anak tidak akan pernah bosan.
Namun, beberapa karakteristik dapat meningkatkan nilai main ulangnya.
Pertama, mainan mempunyai lebih dari satu cara penggunaan.
Selain itu, mainan memungkinkan anak membuat keputusan sendiri.
Kemudian, tingkat permainan dapat berkembang sesuai kemampuan anak.
Mainan juga lebih fleksibel apabila dapat di kombinasikan dengan benda lain.
Selain itu, tidak adanya satu hasil akhir membuat permainan dapat di mulai kembali dengan cara berbeda.
Oleh karena itu, sebelum membeli, jangan hanya bertanya apakah mainan terlihat menarik.
Sebaliknya, tanyakan juga berapa banyak permainan berbeda yang dapat di lakukan menggunakan produk tersebut.
Jangan Selalu Memilih Mainan dengan Banyak Tombol dan Suara
Lampu, suara, layar, dan tombol memang dapat menarik perhatian anak.
Namun, semakin banyak fungsi yang di lakukan mainan secara otomatis, semakin sedikit kemungkinan anak perlu menciptakan fungsi sendiri dalam beberapa jenis permainan.
Karena itu, American Academy of Pediatrics menekankan nilai mainan tradisional dan interaksi manusia.
Selain itu, perangkat elektronik tidak seharusnya menggantikan kesempatan anak bermain dan berinteraksi bersama orang lain.
Oleh karena itu, keseimbangan merupakan pilihan yang lebih baik.
Mainan elektronik boleh menjadi bagian dari koleksi anak.
Namun, sediakan pula mainan sederhana yang mendorong imajinasi, gerak, pembangunan, seni, dan permainan sosial.
Gunakan Sistem Rotasi Mainan
Apabila anak mempunyai banyak mainan, semuanya tidak harus di letakkan di area bermain secara bersamaan.
Sebaliknya, orang tua dapat mencoba sistem rotasi.
Beberapa mainan di sediakan untuk di mainkan.
Sementara itu, sebagian lainnya di simpan.
Setelah beberapa waktu, mainan dapat di tukar.
Dengan cara tersebut, mainan lama dapat terasa lebih menarik ketika muncul kembali.
Selain itu, area bermain juga menjadi lebih mudah di tata.
Namun, rotasi tidak harus mengikuti jadwal yang kaku.
Sebaliknya, perhatikan minat anak.
Jika anak masih sangat tertarik pada suatu mainan, tidak perlu buru-buru menyimpannya.
Gabungkan Beberapa Jenis Mainan
Salah satu cara terbaik memperpanjang masa penggunaan mainan adalah menggabungkannya.
Sebagai contoh, kendaraan dapat dimainkan bersama balok.
Boneka dapat ditempatkan di rumah yang dibuat dari kardus.
Figur hewan dapat digunakan bersama construction set untuk membuat kebun binatang.
Selain itu, play dough dapat menjadi makanan dalam permainan restoran.
Dengan demikian, fungsi setiap mainan menjadi lebih luas.
Karena itu, ketika membeli mainan baru, pertimbangkan apakah mainan tersebut dapat digunakan bersama mainan yang sudah dimiliki.
Strategi tersebut dapat memberikan variasi tanpa harus terus menambah jumlah mainan.
Biarkan Anak Memimpin Permainan
Orang dewasa terkadang mempunyai gambaran mengenai bagaimana suatu mainan seharusnya digunakan.
Namun, anak mungkin mempunyai ide yang benar-benar berbeda.
Selama cara tersebut aman, berikan ruang bagi anak untuk bereksperimen.
Misalnya, balok tidak harus selalu digunakan untuk membuat gedung.
Anak mungkin menggunakannya sebagai makanan pura-pura atau membuat lintasan kendaraan.
Dengan demikian, kreativitas anak tidak dibatasi oleh fungsi yang dibayangkan orang dewasa.
Selain itu, HealthyChildren menganjurkan permainan yang memberi kesempatan imajinasi berkembang melalui penggunaan mainan terbuka.
Karena itu, orang tua dapat mendampingi tanpa harus selalu menentukan arah permainan.
Sesuaikan Mainan dengan Usia dan Kemampuan
Mainan dengan nilai main ulang tinggi tetap harus sesuai dengan perkembangan anak.
CPSC menyarankan orang tua mengikuti panduan usia serta informasi keselamatan pada kemasan dan memilih mainan berdasarkan kemampuan serta minat anak.
Selain itu, mainan dengan bagian kecil tidak cocok untuk anak di bawah usia tiga tahun apabila menimbulkan bahaya tersedak.
Karena itu, jangan memberikan construction set kecil hanya karena anak terlihat tertarik.
Sebaliknya, cari versi dengan ukuran komponen yang sesuai kelompok usia.
Selain itu, periksa kondisi mainan secara berkala.
Mainan yang rusak dapat menghasilkan bagian tajam atau komponen kecil yang sebelumnya tidak ada.
Cara Memilih Mainan yang Bisa Digunakan Lama
Sebelum membeli, gunakan beberapa pertanyaan berikut sebagai pertimbangan:
- Apakah mainan mempunyai lebih dari satu cara bermain?
- Apakah anak dapat menggunakan imajinasinya?
- Apakah permainan dapat dibuat lebih mudah atau lebih sulit?
- Apakah mainan dapat digunakan bersama mainan lain?
- Apakah mainan sesuai dengan minat anak?
- Apakah konstruksinya cukup kuat untuk penggunaan berulang?
- Apakah mainan sesuai dengan usia anak?
- Apakah terdapat bagian kecil yang dapat terlepas?
- Apakah mainan membutuhkan pengawasan orang dewasa?
- Apakah mainan masih menarik ketika fitur elektroniknya tidak digunakan?
- Apakah anak dapat menciptakan cerita sendiri menggunakan mainan tersebut?
- Apakah mainan dapat dimainkan sendiri maupun bersama orang lain?
Semakin banyak jawaban “ya”, semakin besar kemungkinan mainan tersebut mempunyai nilai penggunaan jangka panjang.
Namun, minat setiap anak tetap berbeda.
Oleh karena itu, jangan menjadikan checklist sebagai aturan mutlak.
Sebaliknya, gunakan sebagai panduan ketika membandingkan beberapa pilihan.
Mainan Mahal Belum Tentu Lebih Menarik
Harga tidak menentukan seberapa lama anak akan menggunakan sebuah mainan.
HealthyChildren menjelaskan bahwa mainan sederhana dan terjangkau seperti balok, bola, tali lompat, serta ember dapat memberikan ruang bagi permainan imajinatif.
Oleh karena itu, orang tua tidak perlu merasa bahwa mainan mahal selalu memberikan pengalaman bermain yang lebih baik.
Sebaliknya, pertimbangkan seberapa aktif anak terlibat ketika bermain.
Jika mainan melakukan hampir semuanya secara otomatis, anak mungkin hanya menjadi pengamat.
Sementara itu, mainan sederhana sering membutuhkan anak untuk menentukan cerita, aturan, tujuan, dan cara penggunaan.
Dengan demikian, nilai suatu mainan lebih tepat di lihat dari kualitas pengalaman bermain daripada sekadar harga atau jumlah fitur.
Utamakan Keamanan agar Mainan Bisa Di Gunakan Berulang
Mainan yang di rancang untuk penggunaan berulang harus tetap di periksa secara berkala.
CPSC menyarankan pemeriksaan terhadap mainan untuk mengetahui bagian yang rusak, tajam, atau hilang.
Selain itu, pilih mainan berdasarkan kelompok usia.
Khusus anak di bawah tiga tahun, komponen kecil merupakan perhatian penting karena dapat menimbulkan risiko tersedak.
Kemudian, periksa jahitan pada boneka, roda kendaraan, sambungan construction set, serta kondisi balok dan puzzle.
Apabila terdapat bagian rusak yang berpotensi membahayakan, hentikan penggunaan mainan.
Dengan demikian, nilai main ulang tidak hanya berkaitan dengan kreativitas.
Sebaliknya, daya tahan dan keamanan juga menjadi bagian penting.
Kesimpulan
Mainan tidak membosankan bukan berarti mainan tersebut harus mempunyai teknologi paling canggih, suara paling banyak, atau harga paling tinggi.
Sebaliknya, mainan yang memberikan banyak cara bermain sering mempunyai nilai penggunaan lebih panjang.
Balok, construction set, perlengkapan seni, play dough, boneka, figur, kendaraan, bola, permainan peran, kardus kreatif, dan board game merupakan beberapa contoh yang dapat di gunakan berulang kali dengan variasi berbeda.
Selain itu, mainan open-ended memungkinkan anak menentukan sendiri bagaimana permainan berlangsung.
Dengan demikian, satu mainan dapat menghasilkan cerita atau aktivitas baru setiap kali di gunakan.
Namun, pilihan tetap harus di sesuaikan dengan usia, kemampuan, serta minat anak.
Selain itu, keselamatan harus menjadi prioritas.
Periksa ukuran komponen, kondisi mainan, konstruksi, rekomendasi usia, serta informasi keselamatan yang di berikan produsen.
Kemudian, orang tua dapat menggunakan rotasi mainan dan menggabungkan beberapa jenis mainan untuk menciptakan pengalaman baru.
Pada akhirnya, tidak perlu memenuhi rumah dengan banyak mainan agar anak mempunyai banyak pilihan.
Sebaliknya, sejumlah mainan fleksibel yang aman dan sesuai usia dapat menyediakan berbagai kemungkinan bermain.
Dengan pemilihan yang tepat, mainan dapat terus di gunakan untuk membangun, bercerita, bergerak, berkreasi, bekerja sama, serta menemukan pengalaman baru dari waktu ke waktu.
